Lampu LED vs Lampu Biasa

I have had this argument with my dad for over 3 times, so this topic had to be interesting enough.

Intinya, bapak gue punya temen yang jualan lampu LED dan sering promo via whatsapp group. Beberapa temen dia beli berapa ratus lampu LED jadi dia merasa perlu beli juga. Biar setia kawan gitu kali (padahal belinya juga cuman sepuluh?!). Tapi entah kenapa gue merasa ya kenapa harus lampu LED, kan lampu biasa juga sama aja dong?

So, gue googling dong bedanya lampu LED sama lampu biasa. Waktu googling itulah gue menyadari ternyata jenis lampu ada banyak banget trus gue kaga tau lampu jenis mana yang dipake di rumah! Yang gue tau, lampu di pasar pagi mangga dua itu neon. Tapi fluorescent, TL, pijar, dan CFL apaan gue gatau dan males baca kebanyakan, so gue asumsi ajalah emak gue selama ini pake lampu Phillips fluorescent hemat enerji.

Berikut tabel-tabelan hasil “riset”:

Lampu LED Lampu Biasa
(+) dengan daya listrik (watt) yang sama, light output lebih terang

Atau dengan kata lain, kalo mau terangnya 800lm, cukup pake yg 9watt

(-) dengan daya listrik (watt) yang sama, light output lebih redup

Atau dengan kata lain, kalo mau terangnya 800lm, harus pake yang 14watt

(+) therefore, lebih murah bayar listriknya (-) lebih mahal listriknya
(+) lebih adem bohlamnya (-) bohlamnya ngeluarin panas
(+) lebih tahan lama, jarang putus (-) gampang putus karena bohlamnya panas
(+) kalo pecah gak ada residu logam berat (-) kalo pecah ada polusi logam berat
(-) harganya rada lebih mahal (+) harganya lebih murah dikit
(-) beberapa model LED terangnya kurang menyeluruh, terutama langit-langit rumah kurang terjamah (tidak 360 derajat cahayanya) (+) terangnya lebih menyebar ke seluruh ruangan

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/536319b71e0bc31e0c8b4605/perbandingan-daya-dan-intensitas-cahaya-lampu-led-dan-lampu-neon/

Kok linknya lampu neon?! Kaga tau dah, isi threadnya ngomongin lampu Phillips fluorescent kok. Klik aja kalo ga percaya.

Dengan demikian, argumen gue selama ini sama bapak gue adalah karena ada dua orang ngotot saling sotoy marotoy dan berdebat tanpa sebelumnya berbagi dasar teori dulu. Yang satu berasa lulusan teknik elektro jadi “gue pasti tau soal lampu, lu diem dah gue males jelasin, pokoknya gue mau beli lampu LED dari temen gue yang itu”; yang satu lagi berasa lulusan marketing jadi “gue rasa lu dikibulin iklan lampu, kaga ada bedanya LED sama yang biasa kale, trus kenapa juga temen lu mesti jualan lampu di group wasap.”

However, at this point, meskipun lampu LED ternyata emang lebih oke, gue ogah ngaku kalah jadi next time gue punya rumah sendiri, gue mau beli chandelier aja.

Advertisements

2 thoughts on “Lampu LED vs Lampu Biasa

  1. Interesting comparison !
    Di Kanada kalo beli lampu bukan cuman seberapa terangnya tapi juga seberapa anget nya…
    Pagi2 dinginnya dapur itu kyk gimana… pas nyalain lampu sorot itu angetnya enak banget.

    Di sini enggak cuman harga yg diliat tapi juga Kelvin dan Lumens nya.

    Keep writing !

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s