Terjerat Nafas

Di setiap tarikan nafasku,
Ngilu.
Di setiap hela nafasku,
Perih.

Tercekat pada tenggorokanku,
Semua yang kutahan tidak kuucap.
Semakin kutelan,
Semakin besar bola itu.

Aku berusaha untuk tidak menoleh.
Aku ingin berjalan maju tanpa ragu.
Tetapi semakin cepat kuangkat kakiku,
Semakin mundur rasanya lariku.

Lelah.
Sia-sia.

Semakin aku tinggalkan semakin melekat.
Erat.
Menjerat.

Seperti masih hidup tapi lumpuh.
Seperti sudah mau mati tapi nafas belum lagi putus.

14 JANUARY 2016, 07:22 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s