Hening dan Buram

Terucap dari mulutmu sepercik tentang masa lalumu,
Dan yang aku dengar hanya hening.

Tersurat dari matamu selintas tentang cara pikirmu,
Dan yang aku nampak hanya buram.

Terpaku aku dengan kepala terangguk,
Namun tercekat tenggorokanku daripada kata.

Terdiam aku dengan jiwa merunduk,
Kelu, kaku, buntu.

Gelagat dan perangai manusia boleh diterka,
Sayangnya alur pikir tidak terukur luasnya.

Kisah dan emosi manusia boleh terbuka,
Sayangnya darah dan air mata tidak terduga banyaknya.

Hidup manusia pada dasarnya adalah harimau,
Memakan dan dimakan.

Tetapi bahkan harimaupun mendambakan rumah.

Napas manusia terlalu pendek untuk diisi oleh dusta dan nestapa.

Dan aku disini berusaha menerjemahkan hening dan buram menjadi fakta dan logika.

Sebab rumah macam apakah yang alas dan atapnya tidak sehati tidak sepikir.

01 DECEMBER 2015, 10:54 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s