Pengalaman malesin bersama Citilink

Penerbangan Citilink saya hari ini adalah salah satu penerbangan domestik paling gengges sepanjang pengalaman saya naik maskapai lokal. Citilink yang katanya anak perusahaan Garuda seharusnya bisa lebih menjaga image dan kualitas service.

1. Terlambat dari jadwal
Penerbangan yang seharusnya take off pk 07.35 malah baru meluncur pk 08.30 setelah antrian yang panjang di Soetta. Okelah, saya maklum, mungkin memang antrian di Terminal 1 panjang dan berakibat delay untuk maskapai lainnya juga.

2. “Pramugari” duduk di kursi penumpang
Begitu saya masuk, saya melihat ada 1 orang wanita dengan seragam pramugari Citilink sedang duduk manis ngobrol dengan penumpang. Kebetulan saya dan teman-teman duduk persis di belakang “pramugari” ini, dan ternyata dia sedang off duty. Cuma yaa, tolong lah kalau memang sedang off duty, gak perlu pake seragam Citilink, penumpang yaa penumpang, pramugari yaa pramugari. Mana pantes sih dilihat penumpang ada “pramugari” duduk di kursi penumpang?

3. Bercanda pada saat penjelasan prosedur keamanan penerbangan
Pramugari yang bertugas untuk memperagakan penggunaan life vest dan prosedur keamanan lainnya diajak bercanda oleh 3 orang bapak-bapak yang duduk di deretan kursi row 1 DEF. Kelihatannya memang orang berpangkat, mungkin pilot off duty, mungkin entah apa jabatannya di perusahaan, tetapi akibatnya, pramugari tsb jadi senyam senyum, tidak konsen saat memperagakan, malah sempat ikut membalas candaan si bapak dan tertawa bareng. Lho, kamu lagi jadi pramugari apa jadi personal escort-nya si bapak?

4. Obrolan supir angkot
Sesaat sebelum take off, 3 bapak tsb ngobrol lumayan kenceng dan topiknya kurang enak di kuping. Anggep deh memang saya yang kuno dan kaku, cuma kalau ada kalimat “lobangnya dimana kok susah masuk” dan kalimat “ciyee cici udah berani ngomong nih”, menurut kamu aja deh, apa yang timbul di pikiran orang yang denger? Apa bedanya sama obrolan supir angkot deket rumah saya Pak? Obrolan kenceng serupa diulang lagi waktu pesawat mau landing. Pake acara ketawa super heboh dan pura-pura muntah. Ya ampun. Ganggu bener.

5. Minta rokok?
Lalu, sesaat setelah lampu seatbelt dimatikan, 3 bapak tsb langsung berdiri dan ngobrol ke deretan kursi sebelahnya. Dan ada 1 bapak yang mendekati deretan kursi “pramugari” off duty tadi dan bilang ke temennya si pramugari,”bagi rokok dong” – dan tepat pada saat itu speaker pesawatnya lagi ngasih tau larangan merokok di dalam toilet. Saya cuma bisa senyum menikmati ironi.
Setelah dikasih rokok sama temennya, lalu si bapak itu dibukain pintu dan masuk ke ruang kendali. Dia juga gak begitu peduli apakah saya dan penumpang lainnya punya kesan apa tentang dia sih.

Selain 5 point tadi yang cukup bikin kecewa dan malu-maluin, masih ada lagi point lain kayak bunyi keplek-keplek pintu kabinet yang ga ketutup rapet selama take off, bunyi mesin yang ngegas banget waktu terbang, 30an menit di udara terombang-ambing karena belum bisa turun ke bandara Denpasar, pramugari on duty yang ngobrol sama “pramugari” off duty, bau makanan yang tajem banget kalau lemari pantry-nya dibuka, dan bahasa Inggris pramugari yang kurang tertata.

Semoga ke depannya ada perbaikan ya, Citilink. Jangan ngejar murah doang kaya maskapai sebelah. Percuma diskon dan promo ini itu kalau servicenya ambyar. Kalaupun mau ngomong dan bertingkah kampungan, tolong lepas dulu seragamnya biar at least gak malu-maluin maskapai.

Penerbangan Citilink QG 850
07.35 WIB, CGK-DPS

28 AUGUST 2016, 09:00 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s