Naungan Manja

Secangkir kopi hitam pekat
yang manis karena tutur kata

Ditemani nafas yang putih
dan tangan yang hangat

Selepas tawa yang aku dengar
Suaramu nikmat membuai telinga

Langit yang gemerlap tidak kulihat
Hanya dalamnya laut di matamu

Manja rasanya inderaku
digelung dalam kemesraan dunia

Namun apa yang belum aku dengar
Apa yang belum aku ceritakan

Seribu kata yang belum terucap
lambat laun akan datang seperti ombak

Bohong jika manusia tidak takut badai
dan beratnya langkah pada pasir basah

Tapi rumah yang dibangun di atas karang
tidak akan roboh dihempas

Dan apalah lagi yang aku cari
selain atap untuk bernaung?

09 DECEMBER 2016, 12:14 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s