Mungkin

Sebatang rokok di sudut mulutmu
menemani geliat pagi
berbagi liur yang liat

Semilir angin menyapu rambutmu dan rambutku
semburat jingga yang ditunggu
tidak kunjung datang

Mataku nanar pada bukit yang kosong
mengutip sejenak luka lama
yang hampir lenyap

Pikirku, cinta manusia mana yang abadi?
Justru karena hanya sebentar
maka nikmatnya membekas

Peduli apa pada kopi hitam
yang semakin dingin dan mengendap
entah mengapa aku merasa damai

Mungkin karena
saat kuangkat mataku dari kertas ini
kudapati matamu sedang menjemputku

Mungkin juga karena
di sela tarikan nafasmu
kudapati senyum tulus seorang kekasih

yang sehangat matahari pagi
yang segurih kopi, dan
yang semanis rokok

18 FEBRUARY 2017, 03:36 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s